OPPUNG ITU BERUMUR 100 TAHUN LEBIH SETAHUN
September 14, 2010 at 2:21 pm | Posted in diary, ingin kuceritakan, rupa-rupa | Leave a commentTomok, Sabtu 11 September 2010
Tidak sah rasanya pulang ke Medan, kalo tidak liburan ke Pulo Samosir apalagi itoku (baca: kakak laki-laki) tinggal di sana. Aku berangkat bareng keponakanku – Corry & Bob – , melewati jalur Parapat – salah satu – tempat wisata juga di daerah Sumatera Utara. Kami akan dijemput itoku di Tomok. Kami naik kapal dari Parapat (Ajibata-nama tempat itu) menuju Tomok, memerlukan waktu sekitar 30 menit . Sampai di sana ternyata kami masih harus menunggu, karena itoku harus terlebih dahulu mengantarkan mertuanya yang akan menginap di salah satu hotel disana. Kami putuskan untuk singgah di rumah Oppung di daerah Tomok, sembari menunggu kami di jemput. Oh..ya, Oppung itu adalah orang yang baik dan banyak tertawa, sebenarnya kami tidak ada hubungan sodara dengan Oppung. Itoku itu pernah tinggal di daerah Tomok beberapa waktu lalu, Oppung itulah orang yang dianggap keluarga dekat. Sesampai di sana, ternyata Oppung tidak di rumah, Bob memutuskan untuk menjemput Oppung ke dolok (ladangnya).Wah, aku sempat berpikir, kira-kira Oppung umur berapa ya? Masih bekerja ke dolok (dolok = ladang letaknya di bukit-bukit), pastilah Oppung seseorang yang sehat dan sangat kuat, pikirku (aku belum pernah bertemu Oppung sebelumnya).
Dari bukit terlihat Oppung dan Bob turun menuju rumah, kalo dilihat sekilas mungkin Oppung berumur sekitar 60 tahunan, fisiknya masih terlihat kuat dan sisa-sisa kecantikannya masih tampak. Kami memasuki rumah Oppung dengan senang hati dan gembira. Rumahnya masih model rumah batak dengan pintu yang kecil, kami harus menunduk untuk masuk ke rumah, tetapi elekronik yg digunakan (alat pemanas teh, pemasak nasi , tipi, dll), semuanya sudah ‘masa kini’ – Oppung sangat mahir menggunakannya. Setelah beberapa saat duduk diruang tamu aku menanyakan “Sadia umur ni Oppung?” (artinya: “berapa umur Oppung?”) Jawabnya : “ Saratus ma lobi satahun” (artinya : 100 tahun lebih setahun).Ckckck…berarti oppung sudah berumur 101 tahun……terlihat masih kuat – mata & pendengarannya- juga masih bagus. Kekuatan fisiknya kayaknya tak tertandingi..(kalah kita yang muda-muda ini..hehehehehe…)
Perjalanan kali ini satu yang sangat kuperhatikan, Oppung itu tinggal seorang diri di rumahnya itu, anaknya ada 13 orang – cowok 5 orang & cewek 8 orang – semuanya tinggal di luar daerah tak satupun tinggal di daerah itu. Ke – 13 orang anaknya itu adalah orang – orang yang berhasil. Hmmmm…. aku melihat di Samosir emang hampir tidak ada generasi muda. Pulau itu hanya di tempati anak - anak & orangtua, generasi muda merantau ke luar daerah, ‘sepertinya hilang satu generasi ‘. Mungkin itu juga penyebab daerah itu kemajuannya terlihat lambat. Adapun orang-orang Muda hanya beberapa saja, yang mungkin hanya karena tuntutan tugas ditempatkan di sana, bukan penduduk asli sana.
Kami di jamu Oppung makan malam dengan – ikan mas arsik – tepat sekali kesukaanku..hehehe, dengan rasa yang pas di lidah. Oh..ya Oppung juga memelihara berbagai-bagai hewan – Kerbau, Babi & Ayam – semua dikerjakan seorang diri. Usai makan, kami ngobrol sebentar, dan melanjutkan perjalanan ke Harian Boho, tempat tinggal itoku.
Leave a Comment »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a Reply
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

